
Kita terbiasa berpikir setiap hari—tentang pekerjaan, keluarga, masa depan, penilaian orang lain, dan tentang diri kita sendiri. Namun jarang sekali kita berhenti untuk menyadari cara kita berpikir. Kita tenggelam dalam isi pikiran, tetapi hampir tidak pernah memperhatikan prosesnya.
Ada perbedaan besar antara “berpikir” dan “menyadari bahwa kita sedang berpikir.”
Ketika kita marah, pikiran mungkin berkata, “Dia memang selalu begitu.”
Ketika kita gagal, pikiran mungkin berbisik, “Aku memang tidak cukup baik.”
Ketika kita cemas, pikiran memproyeksikan berbagai kemungkinan buruk.
Biasanya kita langsung percaya. Seolah-olah setiap pikiran adalah fakta. Padahal pikiran hanyalah peristiwa mental—muncul, bertahan sebentar, lalu pergi.Read More








