
Seringkali kita merasa bahwa kita adalah Pemikiran kita. Saat Pemikiran berkata, “Aku gagal,” kita merasa hancur. Saat Pemikiran berkata, “Aku hebat,” ego kita melambung. Namun, esensi dari awareness (kesadaran) adalah menyadari bahwa ada jarak antara Pemikiran dan Si Pengamat.
1. Pemikiran Adalah Awan, Anda Adalah Langit
Bayangkan Pemikiran Anda seperti awan yang melintas di langit. Ada awan mendung yang gelap, ada awan putih yang cantik. Langit tidak pernah berubah menjadi awan; ia hanya menyediakan ruang bagi awan itu untuk lewat.
Seseorang yang memiliki awareness tidak lagi “menjadi” kemarahannya, tetapi ia berkata: “Aku menyadari ada rasa marah yang sedang melintas di Pemikiranku.”Read More







