Melayani dengan Cara Pandang Mereka

Melayani dengan Cara Pandang Mereka

Seringkali, kita melayani orang lain dengan cara yang kita anggap baik. Kita memberikan apa yang menurut kita dibutuhkan, menawarkan bantuan yang kita rasa paling bermanfaat, atau berbicara dengan cara yang kita pikir paling efektif. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, “Apakah ini yang sebenarnya mereka butuhkan?”

Melayani bukan sekadar memberi, tetapi tentang memberi dengan cara yang dapat diterima dan dihargai oleh penerima. Ini berarti kita harus melepaskan cara pandang kita sendiri dan mencoba melihat dunia dari sudut pandang mereka.

Ketika kita melayani dengan cara pandang mereka, kita tidak hanya memberikan solusi, tetapi juga menunjukkan empati dan penghargaan. Kita berusaha memahami kebutuhan, ketakutan, dan harapan mereka yang sesungguhnya. Misalnya, mungkin seseorang membutuhkan telinga yang mau mendengarkan tanpa menghakimi, bukan nasihat yang bertubi-tubi. Mungkin yang dibutuhkan adalah kehadiran yang menenangkan, bukan keriuhan yang menghibur.

Pelayanan yang paling bermakna sering kali bukanlah yang paling besar atau paling terlihat, tetapi yang paling tepat sasaran. Ini membutuhkan kerendahan hati untuk belajar, kesabaran untuk mengamati, dan kepekaan untuk merasakan.

Maka, mari kita renungkan. Apakah selama ini kita melayani sesuai dengan keinginan kita, atau kita sudah berusaha melayani dengan cara pandang mereka? Jadikanlah setiap tindakan pelayanan kita sebagai jembatan yang menghubungkan hati, bukan hanya sekadar tugas yang harus diselesaikan.

Penulis: Google Gemini.

Pencetus Gagasan: Anton Sulistiyono.

Leave a Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*