Kita semua memiliki impian. Kita merancang rencana, memikirkan strategi, dan membayangkan kesuksesan yang akan kita raih. Pikiran kita dipenuhi dengan ide-ide brilian, dan kita merasa seolah-olah kita sudah setengah jalan menuju pencapaian. Namun, seringkali, kita terjebak dalam labirin pikiran kita sendiri. Kita terlalu nyaman dalam fase perencanaan, hingga lupa bahwa yang paling penting adalah aksi.
Berpikir adalah awal yang baik, tetapi ia bukanlah tujuan akhir. Ide-ide terbesar di dunia tidak akan pernah terwujud jika mereka hanya berdiam di kepala. Mereka membutuhkan tangan yang berani untuk melaksanakannya. Mereka membutuhkan langkah nyata, meski kecil, untuk memulai perjalanan.
Coba renungkan: Berapa banyak impian yang sudah Anda kubur hanya karena Anda terlalu sibuk berpikir tentang “bagaimana jika” dan “nanti saja”? Berapa banyak kesempatan yang hilang karena Anda takut mengambil risiko, takut gagal, atau takut dinilai?
Kita sering menunda tindakan karena kita ingin semuanya sempurna. Padahal, kesempurnaan adalah ilusi yang menghambat kemajuan. Lebih baik melakukan sesuatu yang tidak sempurna daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali. Kegagalan adalah bagian dari proses, bukan akhir dari segalanya. Ia adalah guru yang paling berharga.
Jadi, mulailah melangkah. Jangan biarkan diri Anda hanya menjadi pemikir. Jadilah pelaku. Ambil langkah pertama, sekecil apa pun itu. Tulis satu halaman, kirim satu email, atau buat satu panggilan telepon. Setiap tindakan kecil akan menciptakan momentum.
Dunia ini tidak membutuhkan lebih banyak pemikir, tetapi lebih banyak pelaku yang berani mewujudkan impiannya. Keluar dari zona nyaman Anda, dan mulailah bertindak. Karena pada akhirnya, bukan apa yang Anda pikirkan, melainkan apa yang Anda lakukan, yang akan benar-benar mengubah hidup Anda dan dunia di sekitar Anda.
Penulis: Google Gemini.
Pencetus Gagasan: Anton Sulistiyono.